Rabu, 22 April 2009

PKS Raih Suara Terbanyak di Inggris

London (ANTARA News) - Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum legislatif yang digelar di Inggris.


Dalam penghitungan suara yang dilakukan di KBRI London, Sohibul Iman meraih 71 suara, disusul Nursanita Nasution, juga dari PKS dengan 44 suara, demikian ketua Bidang Hubungan Masyarakat PKS Inggris, Aditya Pradana kepada koresponden Antara London, Rabu.

Suara yang diraih dua caleg PKS tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan pencapaian caleg-caleg dari partai manapun, ujarnya.

Dikatakan, dalam lembar kartu suara, Sohibul Iman menempati nomor urut pertama sedangkan Nursanita Nasution menempati urutan ketiga.

Secara keseluruhan, PKS menempati urutan kedua dalam pengumpulan suara. Urutan pertama diraih Partai Demokrat dengan 330 suara.

Jumlah suara yang masuk ke panitia tahun ini mencapai 1088 suara, 145 di antaranya dinyatakan tidak sah. Hasil ini membuat Partai Demokrat mendapatkan 34,99 persen suara.

PKS mendapatkan 252 suara atau 26,72 persen disusul PDI Perjuangan (PDIP) dengan 87 suara, Partai Golkar dengan 79 suara dan Partai Damai Sejahtera (PDS) dengan 39 suara.

Pada pemilihan umum lima tahun lalu, PKS berhasil menjadi partai pengumpul suara terbanyak di Inggris dengan 274 suara atau 26,32 persen sedangkan Partai Demokrat berada di urutan ketiga dengan 146 suara.

Dikatakan, atas keberhasilan ini pengurus PKS Inggris mengucapkan selamat atas kesuksesan Partai Demokrat meraih suara terbanyak pemilu tahun ini," kata Pradana, yang juga bertindak sebagai saksi partai dalam penyelenggaraan pemilu di Inggris.

Kehadiran SBY

Pradana mengatakan, keberhasilan Partai Demokrat menggaet suara warga Indonesia di Inggris antara lain dengan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di London beberapa hari menjelang pemungutan suara.

Presiden Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut berada di London untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi negara-negara yang tergabung dalam G-20. Di sela-sela KTT, Presiden Yudhoyono mengadakan tatap muka dengan warga Indonesia di London dan sekitarnya.

Kehadiran langsung Presiden Yudhoyono mungkin saja membuat swing voters, para pemilih yang belum menentukan pilihan, akhirnya menjatuhkan pilihan ke Partai Demokrat, demikian Pradana.

Sebelumnya, mereka yang ragu-ragu memilih partai, besar kemungkinan mencontreng Partai Demokrat setelah mendengarkan secara langsung pemaparan Presiden Yudhoyono di rumah duta besar Indonesia di London.

Dikatakan, turunnya peringkat PKS di Inggris akan dipakai sebagai momen untuk mengadakan refleksi dan evaluasi. PKS, kata Pradana akan mencoba melebarkan sayap merangkul semua kalangan warga Indonesia di Inggris.

Bahwa PKS adalah partai yang siap untuk mewujudkan harapan masyarakat melihat Indonesia yang bersih dan sejahtera, ujar Pradana.

Secara umum, PKS Inggris menghargai kerja keras panitia pemilu dan semua pihak termasuk panitia, pengawas pemilu, dan KBRI dalam penyelenggaraan pemungutan suara di Inggris.

Dengan berbagai keterbatasan pemilu akhirnya bisa diselenggarakan dengan relatif lancar, meski ada sejumlah kelemahan.

Misalnya, tidak lancarnya pengiriman suara kepada para pemilih melalui pos. Perangko yang dikirim panitia kurang dan para penerima diharuskan membayar kekurangan biaya ini sebelum bisa menerima kiriman kartu suara.

Hal ini mungkin menyebabkan orang yang berencana memilih, akhirnya membatalkan niat gara-gara tidak ingin repot membayar tambahan biaya pengiriman, kata Pradana.

Lebih lanjut Pradana mengatakan, kekurangan prangko tidak hanya merugikan PKS tapi juga partai-partai lain. "Mereka kehilangan suara dan hak pilihnya hanya karena kurangnya nilai prangko baik yang dikirim oleh panitia pemilihan maupun prangko kirim balik ke panitia," tandas Pradana.

Bersama dengan konstituennya, PKS siap bermitra dengan panitia pemilu dalam mengatasi kendala yang ada agar penyelenggaraan pemilihan presiden bulan Juli nanti dapat berjalan lebih baik, demikian Aditya Pradana. PKS Raih Suara Terbanyak di Inggris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

You on You Tube

Loading...